Jumat, 08 Maret 2013

basis data bu manikam



1.       Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.

Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya.

Pengolahan data adalah suatu bahan mentah yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu informasi

2.       1024 byte = 8192 bit
3.       1 GB = 1,073,741,824 bytes
4.       File :  kumpulan informasi yang berhubungan dan  tersimpan di dalam secondary storage, secara konsep file mempunyai beberapa tipe ada yang bertipe Data terdiri dari character, numeric, dan binary ada juga file yang bertipe program.
contoh sebuah file adalah data tentang siapa saja yang bekerja di departemen yang sama dalam sebuah perusahaan, termasuk nama, alamat, dan nomor jaminan sosial.

Field : kumpulan karakter yang memberi arti.
Contoh field adalah nama pertama Anda, alamat jalan, atau jenis kelamin Anda.
5.       DDL (Data Definition Language) : Perintah yang dapat digunakan untuk membuat/ menghapus/ mengubah sebuah object database, seperti database, table, index dll
Contoh:
 CREATE DATABASE : perintah ini digunakan untuk membuat database
contoh : db2 create database deny
ALTER DATABASE : perintah ini digunakan untuk mengubah struktur database
contoh : db2 drop database deny
CREATE TABLE : perintah ini digunakan untuk membuat table
contoh : db2 create table mhs(nim char(10),name char(50),fakultas char(50))


ALTER TABLE : perintah ini digunakan untuk mengubah table
contoh : db2 alter table mhs add nilai integer
DROP TABLE : perintah ini digunakan untuk menghapus table
contoh : db2 drop table mhs
CREATE INDEX : perintah ini digunakan untuk membuat index
contoh : db2 create unique index nim_indx on mhs(nim)
DROP INDEX : perintah ini digunakan untuk menghapus index
contoh : db2 drop index nim_indx



DML (Data Manipulation Language) Perintah yang dapat digunakan untuk memodifikasi isi dari database.
Contoh:

SELECT : perintah ini digunakan untuk mendapatkan data dari database
contoh
db2 select * from staff
db2 select id, salary from staff where id = 10
db2 select id, salary, 0.1*salary as tax from staff where id = 10
db2 select * from staff fetch first rows onlydb2 select id,dept,sum(salary)as total from staff group by id,dept order by 2 desc fetch first 5 row only
UPDATE : perintah ini digunakan untuk mengubah data di database
contoh : db2 update staff set salary=50000.00 where id=10
DELETE : perintah ini digunakan untuk menghapus data dari database
contoh : db2 delete from staff where id=350
INSERT INTO : perintah ini digunakan untuk memasukkan data dari database
contoh : db2 insert into staff(id,name,job,dept,salary)values(111,’Deny’,'Mgr’,20,10000)
6.      Pada  berbagai  macam  aplikasi,  basis  data database  merupakan bagian yang penting, karena dengan basis data suatu aplikasi dapat menyimpan, memproses dan menampilkan informasi – informasi yang  dapat  dimanfaatkan  oleh  user.  Basis  data adalah sebuah kumpulan dari data yang disusun
secara logic dan diatur oleh sekumpulan aturan – aturan, prosedur -  prosedur dan  fungsionalitas – fungsionalitas yang membantu menjamin konsistensi dan  interpretasi  data  tersebut.  Oleh  sebab  itu,  dibutuhkan suatu tool yang dapat digunakan untuk mengelola, menjamin konsistensi dan interpretasi data. Berdasarkan kebutuhan di atas, maka munculah  sebuah  tools yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan  tersebut   yang   bernama   Database  Management  System (DBMS). Database Management System adalah kumpulan dari software program  yang  kompleks  yang  berguna  untuk mengontrol dan mengatur storage dan mengambil sekumpulan data, menyusun data secara logic dan menyediakan  fungsi - fungsi  bagi  user  untuk menjamin bahwa data terebut disusun secara logic
dan menjamin kekonsistenan data.

7.      File Induk (Master File), File ini merupakan file yang penting, karena berisi record-record yang sangat perlu di dalam organisasi. File ini akan tetap terus ada selama hidup dari sistem. File induk dapat dikategorikan lagi menjadi:
a.       File Induk Acuan (Reference Master File), yaitu induk file yang recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya. Misalkan, file daftar gaji, file daftar matakuliah.
b.      File Induk Dinamik (Dynamic Master File), yaitu induk file yang nilai dari record-recordnya sering berubah atau sering dimuktahirkan (Up-Dated) sebagai hasil dari suatu transaksi. Misalkan, file induk data barang, yang setiap saat field unitnya harus dimuktahirkan (Up-Dated) bila terjadi transaksi.
File Transaksi (Transaction File), File transaksi juga sering disebut dengan nama input file. File ini digunakan untuk merekam data hasil dari transaksi yang terjadi. Contohnya, file penjualan, yang berisi data hasil transaksi penjualan.
File Laporan (Report File), File ini juga disebut dengan nama output file, yaitu file berisi informasi yang akan ditampilkan. Isi dari file ini biasanya diambilkan dari field di satu atau lebih master file untuk mempersiapkan pembuatan laporan.
File Sejarah (History File), File sejarah (history file) juga biasa disebut dengan nama file arsip (Archival File), merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi tetapi masih disimpan sebagai arsip.
File Pelindung (Backup File), File pelindung merupakan salinan dari file-file yang masih aktif di dalam database pada suatu saat tertentu. File ini digunakan sebagai pelindung atau cadangan bila file database yang aktif mengalami kerusakan atau hilang.
File Work, yaitu file sementara dari system yang merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh program ke program lain. Dalam hal ini adalah proses perubahan file master dengan menggunkan file transaksi sebagai file pengganti atau perubahnya.
File Program, yaitu file yang berisi intruksi-intruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain atau pada memori utama. Intruksi-intruksi tersebut ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman seperti BASIC, COBOL, FORTRAN, bahasa assembler dan lain sebagainya.
File Teks, yaitu file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah teks editor program. Teks File ini hanya dapat diproses dengan menggunkanan teks editor.
File Library, yaitu file yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, program utilitas atau program lainnya. File ini bersifat tetap yang merupakan file sempurnanya dari dump file. Itulah perbedaan antara dump file dengan library file, dimana dump file hanya file sementara yang masih dalam proses perbaikan atau pengembangan sedangkan file library merupakan file finishing dari backup file.
8.      a.       Model data berbasis objek, Merupakan himpunan data dan prosedur/relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basiss data berdasarkan obyek datanya terdiri atas :
·  Entity Relationship Model : Model data yang berbasis objek, untuk menghubungkan atau merelasikan antara entitas dalam sebuah model berbasis data.
·  Semantic Model : Suatu model data yang dikembangkan berdasarkan objek.
b.      Model data berbasis record, Model ini berdasarkan record/rekaman untuk menjelaskan kepada pemakai mengenai hubungan logik antar data dalam basis data. Terdiri Dari : Hierarchycal Model, Network Model, Relational Model.
c.       Model data fisik, model ini digunakan untuk menguraikan data di tingkat internal atau menjelaskan kepada pemakai bagaimana data-data dalam basis data disimpan dalam media penyimpanan secara fisik. model ini jarang digunakan karena kerumitan dan kompleksitasnya yang justru menyulitkan pemakai.
d.      Model data konseptual, menyediakan konsep yang sesuai dengan perpsepsi pemakai yang memandang datanya.

9.      Hirarki data adalah susunan data-data berdasarkan urutannya masing-masing secara benar. Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek.  
Description: http://pbsabn.lecture.ub.ac.id/files/2012/05/Untitled6.jpg
1. Basis data, merupakan sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang memiliki hubungan antar record. Contohnya : Suatu database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi akademik.  Gamba
2. File atau tabel, adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel yang berarti, misal gambar dibawah ini mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.
3. Record atau baris, adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Jadi record ibarat kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti, misal gambar dibawah ini mewakili kalimat: Joni memenmpuh mata kuliah MIS (kode IS101) dengan nilai A.4. Field atau kolom,  adalah unit terkecil yang disebut data. Field merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang merupakan field nama.  Jadi field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
5. Byte, adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (= 2 pangkat 8).
6. Bit, adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
10.  : a. Database Administrator, adalah pengguna yang memiliki kewenangan sebagai pusat pengendali seluruh sistem basis data, maupun program-program yang mengaksesnya, menentukan pola struktur basis data, memodifikasi struktur database, menginstall dan upgrade database, membackup dan restore database, menghubungi database teknikal support bila terdapat gangguan atau masalah, melakukan perencanaan untuk backup dan recovery informasi database, memastikan pemenuhan perjanjian Database License, mendaftar pengguna dan memelihara keamanan database, membuat objek utama database (tabel, view, index) setelah database developer selesai mendesain, membuat penyimpanan struktur database (tables paces), menyediakan sistem penyimpanan.
b. Aplication Programmers, adalah programmer aplikasi yang berinteraksi dengan sistem melalui pemanggilan data manipulation language (DML), yang dimasukkan ke dalam program yang tertulis.
c. Sophisticated Users, adalah pengguna yang berinteraksi dengan sisitem tanpa harus menuliskan sendiri programnya, di ganti dengan melakukan permintaan dalam bentuk bahsa query basis data, seperti : Ms. Access, SQL.
d. Specialized Users, adalah yang menuliskan program aplikasi basis data khusus yang tidak sesuai dengan frame work pemrosesan data tradisional, contoh : sistem pakar, multimedia.
 e. Native Users, adalah pengguna yang berinteraksi dengan sistem dengan cara memanggil salah satu program aplikasi yang telah disediakan, contoh : operator pada bagian teller, gaji, dan personalia.






11.   

Description: http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/arhiez/image_5F00_497571B2.png
12.   Arti nim mahasiswa : 4 = kampus
         18 = jurusan
         10 =
        010 = tahun angkatan
        094 = no urut
                                                               

Senin, 17 Desember 2012

MOTTO UNIVERSITAS MERCU BUANA





Universitas Mercu Buana
UMB
·         Unggul : Menjadi unggul berarti menjadi yang utama, kompeten atau istimewa. Unggul dilakukan dengan cara meningkatkan adaptasi terhadap dinamika masyarakat, mampu merespon kebutuhan masyarakat dan berusaha menyelaraskan antara tantangan perubahan dengan potensi yang dimiliki sehingga berdaya secara optimal.
·         ber-Mutu : Pada setiap kegiatan Perguruan Tinggi, untuk menghasilkan produk bermutu maka sistem dan prosesnya harus mendapat perhatian utama. Kualitas sebuah perguruan tinggi berarti adalah kualitas keseluruhan dalam perguruan tinggi tersebut, yang mencakup manajemen dan sumber daya manusia, tujuan organisasi, kurikulum dan proses belajar mengajar, pelayanan, operasional, dan sebagainya.
·         Bermanfaat : UMB sangat menyadari bahwa pendidikan adalah proses sirkuler yang berarti perencanaan mutu produk dibuat berdasarkan kebutuhan pelanggan, rencana tersebut dilakukan dan dikendalikan dengan baik sehingga jasa bermutu dapat tercapai. Mahasiswa sebagai pelanggan primer puas. Lulusan diberikan informasi tentang dunia kerja dan akhirnya diterima/ bekerja di dunia kerja. Dunia kerja dan pelanggan tersier memberikan info kepada perguruan tinggi tentang perkembangan kebutuhan serta kritik tentang produk lulusannya. Sebaliknya dalam proses itu Perguruan Tinggi juga meminta dan memantau informasi dari dunia kerja. Berdasarkan semua data tersebut sebuah Perguruan Tinggi menyusun lagi rencana mutu produknya, membuat peningkatan mutu dan melaksanakannya.
Budaya Mercu Buana
  • Budaya kerja disiplin, jujur dan tanggung jawab
  • Mengembangkan budaya kerja yang kreatif
  • Mengembangkan budaya kerja yang ramah lingkungan
  • Mengembangkan budaya kerja yang sadar nilai lokal




Visi dan Misi Universitas Mercu Buana
·         Visi : Menjadi Universitas Unggul dan terkemuka untuk menghasilkan tenaga professional yang memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat dalam persaingan global.
  • Misi : Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan menciptakan serta menerapkan keunggulan akademik untuk menghasilkan tenaga professional dan lulusan yang memenuhi standar kualitas kerja yang disyaratkan.Menerapkan manajemen pendidikan tinggi yang efektif dan efisien dan mengembangkan jaringan kerjasama dengan industri dan kemitraan yang berkelanjutan sebagai respon atas perubahan arus dan daya saing global.Mengembangkan kompetensi dan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan etika professional kepada para mahasiswa dan staf yang memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup.

Visi dan Misi Fasilkom
·         Visi : Menjadi  Fakultas  Ilmu  Komputer  yang  unggul  dalam menghasilkan  tenaga  profesional  yang mandiri di era informasi dunia global yang memiliki kompetensi di bidang  jaringan multiakses, solusi korporasi dan industri kreatif.
·         Misi : Menghasilkan  lulusan  yang  profesional, mandiri  dan mampu  bersaing  di  era  informasi  dunia global. Melaksanakan  pengembangan  iptek dalam  bidang keilmuan  komputer dengan  fokus pada jaringan multiakses dan industri kreatif. Menjalin kemitraan dengan berbagai  institusi untuk peningkatan mutu pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Visi dan Misi Sistem Informasi
·         Visi : Menjadi Program Studi Sistem informasi yang mendidik dan menghasilkan sarjana yang mandiri , tangguh, profesional berjiwa wirausaha yang menguasai teknologi informasi dan mampu berkomunikasi internasional serta beretika.
·         Misi : Menyiapkan sarjana yang professional di bidang sistem informasi yang mampu menerapkan kebutuhan manajemen di segala bidang ke dalam aplikasi sistem informasi serta mampu mengintegrasikan teknologi baru di bidang sistem informasi dan mengembangkan diri sehingga menjadi pemimpin di bidang Sistem Informasi di masa yang akan datang.Membekali mahasiswa dengan keahlian problem solving dan dilandasi dengan pengetahuan dan bisnis. Menghargai hasil karya serta menjunjung tinggi norma dan etika profesi dibidang sistem informasi.


Senin, 03 Desember 2012

25  hak paten yg belum di patenkan silahkan download di bawah ini
http://depositfiles.com/files/d0fm0eutk
25 hak cipta yang sudah di patenkan

http://depositfiles.com/files/mdcndo3wg

Senin, 15 Oktober 2012

AUDIT SISTEM INFORMASI (TUGAS BU MANIKAM)


            Pengertian Audit Sistem Informasi
Ron Weber (1999,10) mengemukakan bahwa audit sistem informasi adalah :
” Information systems auditing is the process of collecting and evaluating evidence to determine whether a computer system safeguards assets, maintains data integrity, allows organizational goals to be achieved effectively, and uses resources efficiently”.
“Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti - bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien”.

Kinerja yang di lakukan
a. Perencanaan Audit (Planning The Audit)
b. Pengujian Pengendalian (Test Of Controls)
c. Pengujian Transaksi (Test Of Transaction)
d. Pengujian Keseimbangan atau Keseluruhan Hasil (Tests Of Balances or Overal Result)
e. Penyelesaian / Pengakhiran Audit (Completion Of The Audit)
a. Perencanaan Audit (Planning The Audit)
Perencanaan merupakan fase pertama dari kegiatan audit, bagi auditor eksternal hal ini artinya adalah melakukan investigasi terhadap klien untuk mengetahui apakah pekerjaan mengaudit dapat diterima, menempatkan staff audit, menghasilkan perjanjian audit, menghasilkan informasi latar belakang klien, mengerti tentang masalah hukum klien dan melakukan analisa tentang prosedur yang ada untuk mengerti tentang bisnis klien dan mengidentifikasikanresiko audit.
b. Pengujian Pengendalian (Test Of Controls)
            Auditor melakukan kontrol test ketika mereka menilai bahwa kontrol resiko berada pada level kurang dari maksimum, mereka mengandalkan kontrol sebagai dasar untuk mengurangi biaya testing. Sampai pada fase ini auditor tidak mengetahui apakah identifikasi kontrol telah berjalan dengan efektif, oleh karena itu diperlukan evaluasi yang spesifik.
c. Pengujian Transaksi (Test Of Transaction)
            Auditor menggunakan test terhadap transaksi untuk mengevaluasi apakah kesalahan atau proses yang tidak biasa terjadi pada transaksi yang mengakibatkan kesalahan pencatatan material pada laporan keuangan. Tes transaksi ini termasuk menelusuri jurnal dari sumber dokumen, memeriksa file dan mengecek keakuratan.
d. Pengujian Keseimbangan atau Keseluruhan Hasil (Tests Of Balances or Overal Result)
            Untuk mengetahui pendekatan yang digunakan pada fase ini, yang harus diperhatikan adalah pengamatan harta dan kesatuan data. Beberapa jenis subtantif tes yang digunakan adalah konfirmasi piutang, perhitungan fisik persediaan dan perhitungan ulang aktiva tetap.
e. Penyelesaian / Pengakhiran Audit (Completion Of The Audit)
            Pada fase akhir audit, eksternal audit akan menjalankan beberapa test tambahan terhadap bukti yang ada agar dapat dijadikan laporan.
Lingkup Audit Sistem Informasi pada umumnya difokuskan kepada seluruh sumber daya sistem informasi yang ada, yaitu Aplikasi, Informasi, Infrastruktur dan Personil.

Langkah-langkah Audit Sistem memperbaiki Kualitas
Audit merupakan suatu proses yang sistematis, yaitu berupa rangkaian, langkah atau prosedur yang logis dan terorganisasi. Untuk itu, audit dilaksanakan secara berurutan sesuai dengan langkah yang telah direncanakan, terorganisasi, dan bertujuan. Audit sistem kepastian kualitas dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
1)            Perencanaan audit
Pada tahap ini seorang auditor melakukan identifikasi terhadap tujuan atau sasaran organisasi. Pernyataan tujuan dapat mempertegas fokus audit. Mengikuti pernyataan tujuan ini, perencanaan audit dapat mengidentifikasi 5W + H yaitu: siapa (who), apa (what), di mana (where), kapan (when), mengapa (why), dan bagaimana (how) berkaitan dengan objek audit.
2)            Pelaksanaan audit
Pelaksanaan audit diawali dengan mereview atau memeriksa proses, produk, atau sistem. Proses audit melibatkan wawancara dan investigasi untuk mengembangkan temuan yang didapat serta evaluasi untuk menghubungkan temuan-temuan tersebut dengan kriteria audit yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, auditor memerlukan akses informasi terhadap sistem manajemen kualitas yang digunakan saat ini, prosedur pengoperasian peralatan, catatan-catatan pemeliharaan, historis inspeksi, atau dokumen perencanaan. Kecukupan data dan informasi yang berhubungan dengan ruang lingkup audit sangat penting dan menentukan kesuksesan pelaksanaan audit.
Selama mereview proses, auditor mendokumentasikan berbagai temuan auditnya dalam kertas kerja audit, yang nantinya akan disajikan dalam ringkasan umum yang akan dibahas pada pertemuan akhir dengan berbagai pihak terkait. Auditor kemudian menyajikan laporan tertulis, yang mencatat temuan-temuan audit, kesimpulan audit, dan rekomendasi yang diberikan.
3)            Memahami hasil audit
Hasil audit menyajikan informasi tentang kekuatan, kelemahan, dan beberapa bagian yang membutuhkan peningkatan dalam organisasi yang diaudit. Laporan hasil audit yang disampaikan auditor memuat kesimpulan hasil audit yang didukung bukti audit dan rekomendasi yang diberikan untuk peningkatan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.


4)            Tindakan perbaikan
Pada tahap ini, organisasi didampingi oleh auditor mengimplementasikan rencana tindakan perbaikan yang telah ditetapkan. Hal ini memastikan bahwa rekomendasi dan kesimpulan yang dibuat oleh auditor dan didukung dengan rencana tindakan perbaikan oleh pihak terkait, dapat membantu organisasi dalam mencapai tujuan peningkatan yang berkelanjutan.

PENGUJIAN KETRAMPILAN DALAM AUDIT
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah :
  • Melakukan Pengujian Pengendalian. Pengujian pengendalian adalah pengumpulan bukti-bukti yang berfungsi secara efektif dan konsisten.
  • Mengevaluasi Pengujian Pengendalian yang diperoleh. Setelah memperoleh hasil-hasil pengujian, auditor dapat mengevaluasi efektifitas operasional dari sistem pengendalian internal. Bukti tersebut mendukung penemuan audit untuk tiap-tiap siklus transaksi yang dievaluasi. Evaluasi yang dihasilkan ini menunjukkan judgement auditor yang terbaik berkaitan dengan (a) memadainya pengendalian yang diamati dan (b) kemampuan menemukan ketidakcukupan hasil pengujian.
  • Penilaian Akhir terhadap Risiko Pengendalian. Berdasarkan evaluasi di atas auditor menilai tingkat risiko pengendalian tertentu untuk tiap-tiap kelompok transaksi yang utama. Tingkat risiko pengendalian akhir memberikan dasar untuk memperkirakan tingkat risiko yang terdeteksi yang akan datang, sifat, waktu, serta luasnya prosedur pengujian substantif.
  • Mengembangkan Program Audit Final. Program audit meliputi prosedur-prosedur khusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan audit. Auditor menyatakan sifat dan prosedur pengujian yang menunjukkan luas dan waktu dibutuhkan
Langkah-langkah pemeliharaan sistem terdiri atas:
1. Penggunaan Sistem
Yaitu menggunakan sistem sesuai dengan fungsi tugasnya masing-masing untuk operasi rutin atau sehari-hari.
2. Audit Sistem
Yaitu melakukan penggunaan dan penelitian formal untuk menentukan seberapa baik sistem baru dapat memenuhi kriteria kinerja. Hal semacam ini disebut penelaahan setelah penerapan dan dapat dilakukan oleh seorang auditor internal.
3. Penjagaan Sistem
Yaitu melakukan pemantauan untuk pemeriksaan rutin sehingga sistem tetap beroperasi dengan baik. Selain itu juga untuk menjaga kemutakhiran sistem jika sewaktu-waktu terjadi perubahan lingkungan sistem atau modifikasi rancangan software.
4. Perbaikan Sistem
Yaitu melakukan perbaikan jika dalam operasi terjadi kesalahan (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi saat tahap pengujian sistem.
5. Peningkatan Sistem
Yaitu melakukan modifikasi terhadap sistem ketika terdapat potensi peningkatan sistem setelah sistem berjalan beberapa waktu, biasanya adanya potensi peningkatan sistem tersebut terlihat oleh manajer kemudian diteruskan kepada spesialis informasi untuk dilakukan modifikasi sesuai keinginan manajer.
pemeliharaan-sistem-informasi.html